Studi Islam - Universitas Negeri Jakarta

INFORMASI JURUSAN

Nama Universitas : Universitas Negeri Jakarta
Nama Fakultas : Ilmu Sosial
Alamat Sekretariat : Kampus K
Telp : 021-4753655    Telp2 :
Website : http://www.unj.ac.id/fis/iai/
Nama Kepala Program Studi : MOHAMMAD CHUDLORI UMAR
Jumlah Mahasiswa Tahun Lalu : 285
Jumlah Mahasiswa Tahun Depan : 384

OUR ADVERTISING


PENGETAHUAN

Deskripsi

Jurusan baru yang dibuka oleh Universitas Negeri Jakarta adalah Jurusan Ilmu Agama Islam (IA1) dengan jenjang strata satu (S1). Jurusan ini berada di bawah Naungan Fakultas Ilmu Sosial dan memiliki dua program studi (prodi), yaitu : Program Studi Ilmu komunikasi dan Penyiaran Islam (IKPI), dan Program Studi Ilmu Pendidikan Islam (IPI).

 

Pendidikan adalah proses budaya untuk meninqkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan adalah sarana strategis pembangunan nasional melalui usaha dan  proses peningkatan sumber daya manusia, agar diperoleh manusia yanq berkualitas tinqgi  sehingga mampu berperan aktif sebagai subjek pembangunan.        

Menyadari akan pentingnya pendidikan sebaqai sarana strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga menjadi manusia Indonesia yang dapat membanqun dirinya, keluarga masyarakat dan banqsa pada umumnya, maka pendidikan senantiasa menjadi tumpuan masyarakat bangsa dan negara saat ini dan di masa mendatang.

 

Kontribusi sumber daya manusia sanqat besar artinya terhadap tercapainva tujuan oembangunan nasional yakni masyarakat yang adil, makmur, yang merata dan sejahtera lahir dan batin. Itulah sebabnva masalah peninqkatan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan di setiap jenjang dan tingkat pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembanqunan pendidikan sebaqai sub sistem dari pembanqunan nasional.

 

Keberhasilan pembanqunan nasional sejak Peiita I sampai akhir Pelita V telah banvak memperoleh hasil-hasil nyata sehinqga telah menqantarkan bangsa Indonesia kepada kehidupan yang layak sesuai dengan harkat dan martabatnya. Dampak dan hasil pembanqunan tersebut diantaranva dirasakan dalam pendidikan, yakni semakin meninqkatnya aspirasi masyarakat terhadap kualitas pendidikan dan kebutuhan akan fasilitas pendidikan, aspirasi tersebut terlihat dari melonjaknya penduduk usia sekolah yang mendaftarkan diri di berbagai tingkat jenjang pendidikan, dari tahun ke iahun.

 

Pada sisi lain pembanqunan nasional menjelanq era lepas landas menuntut kualitas manusia Indonesia yanq tanqquh, terampil dan memiliki wawasan yanq ditunjanq kepribadian yanq berkualitas. Ini berarti pembanqunan pendidikan sebaqai sarana strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia semakin diperlukan, dalam upaya mempercepat tercapainya tujuan pembanqunan nasional.

 

Pendidikan tingqi sebaqai sub sistem dari pendidikan nasional memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk menqisi kebutuhan tenaqa berkualifikasi tinggi. Kualifikasi yang tinggi tersebut harus dilengkapi dengan kepribadian vang berkualitas luhur, untuk itu orientasi pendidikan yang selama ini bernuansa keduniaan  semata perlu dilenqkapi dengan nuansa keagamaan, terutama nuansa !slam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia.

 

Menyadari  hal itu, Universitas Negeri Jakarta memberikan prioritas pada proses pematangan mahasiswa yang pada saatnya berpeluanq besar berperan yang sangat menentukan baqi kehidupan bangsa. Ada tiga kematangan yang harus dicapai, yaitu : kematangan akademik, kematangan mental spiritual, dan kematangan fisik, yang akhirnya bermanfaat bagi fundamen suatu pergaulan hidup, baik di bidang kemasyarakatan dan bidanq ketatanegaraan yang berlandaskan nilai-nilai dan moral keagamaan

 

Mencapai ketiga kematangan tersebut, dikedepankan perlunya penambahan dharma keempat dalam Tridharma Perguruan Tingqi, yaitu Iman dan Taqwa, sehingga menjadi Catur Dharma. KKN merupakan suatu penyakit sosial yang tidak dapat diselesaikan hanya denqan bergantung pada norma hukum saja. Kita telah mengenal bahwa  disamping norma hukum masih terdapat norma agama, sopan santun, dan kesusilan. Ketiga norma tersebut serinq dilupakan, karena sanksi yang tidak tegas dan lebih bersifat personal. Apabila norma Agama diperkuat dengan memasukkan ke dalam dharma perquruan tinggi yang menapakan kultur akademik akan meningkatkan pengendalian diri dan lebih mawas diri untuk berperilaku dalam era reformasi dewasa ini.

 

Era globalisasi yanq sudah berada di ambang pintu menuntut Perguruan Tinggi-Perguruan Tinqqi di Indonesia untuk melahirkan tenaga profesional yang marketable, baik tinqkat nasional ataupun intemasional. Namun pendidikan yang market oriented tidak harus melupakan nilai dasar yang menjadi jati diri bangsa Indonesia, sehingga para profesional yanq dilahirkan oleh lembaga perguruan Tinggi Indonesia tidak tercerabut dari akar budayanya, khususnya nilai-nilai moral yang bersumber dari aqama. Atas dasar itulah pendidikan di Indonesia hendaknya mengarah kepada peningkatan kualitas hidup, yang meliputi kualitas profesional dan kualitas moral. Denqan kata lain Pendidikan harus diarahkan untuk membentuk manusia paripuma, yanq memiliki kualitas IPTEK dan IMTAQ.

 

Bertolak dari paradigma di atas maka trend pendidikan di Indonesia saat ini mulai mengarah pada integrasi ilmu pengetahuan, ini berarti dikhotomis antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu sekuler sudah menjadi wacana yang tidak relevan dan kadaluwarsa. Kesadaran akan ilmu yang terintegrasi inilah yang mendorong Perguruan Tinqqi - Perguruan Tinqqi yang berada dalam naungan DEPAG untuk membuka bidang-bidang ilmu “sekuler", begitu pula sebaliknya Perguruan Tinggi-Perguruan Tingqi yang berada di bawah payunq DEPDIKNAS pun membuka bidanq-bidang ilmu keagamaan.

 

Sebagai salah satu perguruan tinqgi yang concern terhadap masalah pendidikan untuk menghasilkan manusia paripuma, Universitas Negeri Jakarta berkeinginan menjadi pelopor pendobrak tradisi dikhotomis ilmu pengetahuan dalam pendidikan. Ada beberapa alasan FIS Universitas Negeri Jakarta membuka Jurusan Ilmu Agama Islam, yaitu :

1.         Berkenaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi dewasa ini yang  menuntut adanya wawasan dan penghayatan nilai-nilai ajaran Islam yang komprehensif dan universal. 

2.         Berkenaan dengan funqsi dan peranan Agama khususnya dalam bidang moral.

3.         Masih langkanya dan diperlukannya pendidikan S1 yang orientasi pendidikannva mengarah kepada pengisian SDM bidang keagamaan !slam yang menunjang sektor pembangunan dan tantangan era globalisasi yang semakin hari semakin meningkat.

4.         Semakin menyempitnya jurang dikhotomis antara ilmu sekuler dan ilmu aqama.

Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, Pada hari Kamis tanqqal 22 Maret 2001, bertempat di ruang sidang Ditjen Bimbingan Islam Depariemen Agama Lt. VII, tim penyusun proposal Jurusan Aqama Islam FIS Universitas Neqeri Jakarta, yanq didampinqi Dekan dan Pembimbing Akademik Fakultas Ilmu Sosiai Universitas Negeri Jakarta, telah mempresentasikan ide pembukaan Jurusan Ilmu Aqama Islam pada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta dihadapan Tim Ahli Departemen Agama dan pejabat tinggi Departemen Agama, Pertemuan dipimpin oleh Direktur Pembinaan Perquruan Tinqqi Agama Islam, Dr. Komaruddin Hidayat dan di hadiri juga oleh Direktur Jenderal Bimbinqan Islam.

Dari hasil presentasi dan bahasan yang dikemukakan dalam pertemuan itu, dapat : ditarik beberapa rumusan :

1.         M.O.U. antara Universitas Negeri Jakarta dengan Institut Aqama Islam Negeri Syarif Hidayatullah perlu diperbaharui.

2.         Kurikuium tidak mutlak mengikuti kurikulum IAIN, karena pada IAIN sedang direncanakan perombakan kurikulum. Oleh karenanya, UNJ tidak perlu menqikuti kurikulum nasional 60% dan kurikulum lokal 40%. Sesuai dengan spesifikasi UNJ, kurikulum Jurusan Ilmu Agama FIS UNJ lebih berorientasi pada pendekatan ilmu sosial dan psikologi pendidikan untuk jurusan yang dibuka, sehingga dari kurikulum ini akan terlihat kekhasan Jurusan Ilmu Agama Islam FIS UNJ dibandingkan dengan IAIN.

3.         Sebagai tindak lanjut kurikulum, kualifikasi input dari jurusan ini tidak mengharapkan limpahan dari calon mahasiswa IAIN. Demikian pula kualifikasi out-putnya juga memberikan nuansa yang berbeda dengan out-put IAIN.

4.         Perlu ada kejelasan resource sharinq dari laboratorium, termasuk laboratorium komunikasi  untuk penyiaran Islam.

Visi

Universitas Negeri Jakarta merupakan lembaga tinggi yang dikembangkan berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan serta menghasilkan tenaga yang bertakwa kepada Tuhan           Yang Maha Esa, memiliki kemampuan                        akademisprofesional, mengembanqkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni guna menghadapi tanQan masa depan serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Misi

Berdasark visi tersebut disusunlah misi Jurusan Ilmu Agama Universiias Negeri Jakarta sebagai berikut :

a.       Menghasilkan dan mengembangkan Ilmu agama Islam serta menjunjung tinggi akhlak dan nilai-nilai kemanusiaan dalam semua kehidupan kelembagaan.

b.      Menghasilkan tenaga akademik dan/atau profesional yang bertanggung jawab,  mandiri, dan unqgul di bidang ilmu agama Islam, serta bidanp lainnva yanq relevan quna menghadapi berbaqai tantangan di masa depan.

c.        Menciptakan budaya akademik yang kondusif untuk/denqan memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal, mendorong civitas akademik dan tenaga pendukung untuk belaiar sepanjang hayat dan responsif terhadap perubahan-perubahan sosial budaya.

d.      Memberikan layanan kepada masvarakat luas untuk pengayaan kualitas kehidupan (human life enrichment) dengan belajar berkelanjutan.

e.        Melaksanakan kegiatan kewirausahaan dan kerjasama yang saling menguntungkan dengan Iembaga di dalam maupun di luar negeri, sebagai perwuiudan dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sesuai dengan visi dan misi di atas, maka lulusan jurusan Ilmu Aqama Islam harus memiliki kompetensi akademik dan/atau profesional, yaitu :

a.       Kemampuan menguasai subject matter dan mengembanqkan serta menerapkan ilmu untuk mencapai keunggulan profesional di bidang keagamaan dan non keagamaan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan nasional.

b.       Kemampuan kewirausahaan dan sikap kemandirian yang memunqkinkan mereka dapat bersainq dalam Era pasar bebas, sekaliqus menjadi anqqota masyarakat.

AKREDITASI PROGRAM STUDI

BIAYA KULIAH

Biaya Rata rata per semester

INFORMASI BEASISWA

FASILITAS

Bahasa Pengantar Bahasa Indonesia Dan Bahasa Arab