ARTIKEL


@tuatuasekolah

Tokoh

Mengumpulkan Dana untuk Biaya Kuliah

News Logo

Seni dan budaya adalah identitas bangsa. Namun dunia pendidikan di Indonesia cenderung melupakan pendidikan bidang seni dan budaya itu sendiri. Terlihat dari terbatasnya wadah pendidikan formal seni dan budaya di Indonesia serta minimnya dukungan pemerintah. Oleh karena itu, pelajar Indonesia yang ingin lebih mendalami ilmu seni dan budaya akan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi di luar negeri karena di luar negeri justru lebih dihargai walaupun tetap cenderung dianggap sebagai bidang ilmu "minoritas". Karena anggapan ini pula, beasiswa yang ada untuk bidang ilmu seni dan budaya menjadi terbatas. Keterbatasan ini masih ditambah alokasi beasiswa dari penyedia beasiswa yang cenderung memberikan kepada institusi-institusi yang dikhawatirkan menjadi penghambat alur beasiswa itu sendiri.

Berangkat dari kendala dan kesulitan-kesulitan mendapat beasiswa tersebut, tiga mahasiswi, Cecil, Ellen dan Lisa berupaya mengumpulkan dana beasiswa kolektif. Ketiga mahasiswi tersebut membuat sebuah proyek penggalangan beasiswa yang dikenal dengan nama tuatuasekolah (follow: @tuatuasekolah).

Siapakah Cecil, Ellen dan Lisa?
Cecil, Ellen dan Lisa masing-masing memiliki latar belakang pendidikan S1 yang berbeda. Cecil adalah alumni Universitas Pelita Harapan, Ellen adalah alumni Universitas Indonesia program studi sastra Inggris dan Lisa adalah alumni Universitas Indoensia program studi HI. Namun, secara kebetulan, ketiganya sering bertemu dalam acara-acara seni dan budaya. "Kebetulan" ini pula yang membuat Cecil, Ellen dan Lisa mulai merintis karir di bidang seni-budaya pada 10 tahun yang lalu, saat masyarakat Indonesia sedang merumuskan kembali kehidupan kebudayaannya. Keterbukaan dan semangat pertumbuhan ini jugalah yang memungkinkan mereka bertiga menemukan bidang-bidang profesi yang sangat penting untuk pengembangan seni budaya di Indonesia. Mereka percaya bahwa bidang seni dan budaya Indonesia bisa berkembang lebih baik lagi jika para pekerjanya didukung untuk terus meningkatkan keahlian profesional mereka.


(Kiri ke kanan: Cecil, Ellen, Lisa)

Saat ini, Cecil, Ellen dan Lisa akan melanjutkan sekolah ke jenjang S-2. Mereka bertiga sudah diterima di 3 universitas yang prestisius di Amerika Serikat (Master of Fine Arts Design, Designer as Author, School of Visual Arts, New York) dan Belanda ( Creative Economics and Cultural Entrepreneurship di Erasmus School of History, Culture and Communication, Rotterdam dan Preservation and Presentation of the Moving Image, Universiteit van Amsterdam) selama dua tahun terus mencoba berbagai kemungkinan mengumpulkan dana studi.

Cecil, Ellen dan Lisa percaya bahwa alasan kekurangan finansial tidak boleh menghalangi siapapun yang berusaha menempuh pendidikan. Meskipun saat ini dana untuk pengembangan sektor seni dan budaya di Indonesia masih sangat minim, potensi dukungan dari masyarakat harus terus digali dan dikembangkan. Dengan memakai latar belakang ilmu pengetahuan, ketiganya saat ini mencoba dengan "Blank Journal Project", menjual notebook polos dengan kertas hvs 90gr berwarna kuning lembut, desain cover berwarna, dan bonus sticker dengan quote-quote menarik dapat digunakan sebagai penghias cover buku. Sebuah project yang terlihat mungkin sederhana, namun merupakan aplikasi dari ilmu ekonomi kreatif yang didukung dengan ilmu desain grafis (desain buku).


(Notebook yang dijual dalam Blank Journal Project)

Proyek pengumpulan dana ini tidak akan berhenti pada saat Cecil, Ellen dan Lisa berhasil mengumpulkan kebutuhan beasiswa mereka. "Tuatuasekolah akan berlanjut selama dunia seni-budaya Indonesia masih memiliki para profesional yang ingin mengembangkan diri lewat pendidikan dan selama masyarakat masih percaya bahwa dukungan mereka akan menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik." jawab tuatuasekolah, yang twitter-nya difollow oleh tokoh2 seni dan budaya seperti Butet Kertarajasa, kepada carikampus.com ketika ditanya mengenai rencana ke depannya. (Njep-Wishnu)


Kirim Print


Comments


Comment Reply

Nama
Email
Website
Comment
Captcha