ARTIKEL


Hendra Kaprisma S.Hum

Tokoh

Calon Doktor Termuda FIB UI

News Logo

"Buku, pesta dan cinta" untuk beberapa kalangan slogan ini sudah tidak asing lagi, terutama para akademisi Universitas Indonesia (UI). Namun bagi seorang Hendra Kaprisma, kandidat doktor termuda FIB UI, slogan itu ditambahkan menjadi "Buku, Pesta dan Cinta serta Olahraga".

Mengapa menambahkan olahraga?. "Olahraga itu penting. Sehat jasmani dan rohani. Olahraga itu banyak sendinya, berpikir keras jg olahraga!" demikian jawab alumni program studi rusia yang kini menjadi mahasiswa termuda yang berjuang meraih gelar S3 kesusastraan di fakultas ilmu budaya (FIB) UI.

Jalan yang telah ditempuh oleh pria palembang ini tidaklah mudah dan tidak sesuai dengan cita-citanya untuk masuk Kemiliteran Ketika lulus SMA pada tahun 2002, dia tidak langsung melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kecintaannya kepada alam membawanya pergi berkelana menyusuri pantai dan mendaki beberapa gunung di Indonesia. Sampai tak terasa 2 tahun dia habiskan sebagai pencinta alam. Tahun 2004 dia mencoba untuk masuk universitas negeri melalui SPMB (kini SNMPTN) pertamanya yang juga merupakan kesempatan terakhir karena. Tak disangka, dia diterima di program studi rusia universitas indonesia. Cerita menarik hadir ketika pria yang kini menjadi dosen honorer di program studi rusia ini membeli  formulir dan mendaftar SPMB. "Pas mau beli formulir di salemba, ternyata sudah habis. lalu, ada yg menawarkan formulir, saya akhirnya membelinya. Saya langsung urus. Ketika diurus ternyata sudah lewat masa pengembalian, jadi kena denda." ujarnya. Dalam memilih jurusan pun dia masih bingung. "Pilihan saya pertama itu teknik metalurgi. Trus mau milih sastra, bingung antara jerman atau rusia. Akhirnya saya memilih rusia walaupun tidak ada dasar apapun." lanjut pria yang menggemari olahraga sepakbola ini. Karena SPMB yang diikutinya adalah kesempatan yang terakhir untuk lulusan SMA tahun 2002, walaupun itu adalah SPMB pertamanya, alhasil beliau menyandang gelar "Mahasiswa Tertua" di angkatannya, 2004.

Namun siapa sangka, ketekunan dan keuletan dia serta hubungan baik dengan lingkungannya ternyata membuat dia menjadi mahasiswa yang berprestasi dan disenangi oleh lingkungan akademisi. Pada tahun 2006, dia masuk dalam nominasi pemilihan mahasiswa berprestasi (MAPRES) FIB UI. Tidak masuk dalam 3 besar mahasiswa berprestasi, Hendra tetap bangga karena karya tulisnya justru berhasil masuk kategori 3 besar terbaik. "Waktu itu saya terbentur dengan bahasa inggris yang pas-pasan" kata hendra sambil tersenyum. Namun kegagalan ini ternyata menjadi pelajaran yang sangat berharga. "Bahasa inggris menjadi modal penting untuk buku referensi sampai sekarang" Katanya. "Jadi, saya terus belajar dalam menguasai bahasa inggris, paling tidak untuk keperluan akademik" lanjutnya.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan ketika lulus dari program studi rusia dengan status cumlaude (lulus dengan IPK di atas 3,50 dan dalam waktu 4 tahun). Inilah yang membuat dia bisa meneruskan pendidikan langsung ke S3. "Ditambah dengan rekomendasi dari guru besar, publikasi penelitian, dan prestasi. Lalu ujian TPA & bahasa Inggris seperti layaknya pendaftaran S3 pada umumnya. Setelah lulus ujian TPA dan bahasa Inggris, mengajukan abstrak minat penelitian untuk seleksi selanjutnya. Semuanya lulus, maka saya langsung dapat mengikuti perkuliahan." ungkapnya. "Saat ini, saya sudah resmi jadi kandidat doktor untuk ilmu susastra. Terakhir, saya itu sudah melalui ujian usulan penelitian disertasi" lanjutnya.

Jalan yang berliku dan tidak sesuai dengan impian ternyata bagi seorang Hendra tidak menjadi halangan untuk meraih mimpinya, yaitu menjadi orang yang berguna. "Jalan kehidupan itu berliku, terkadang untuk mencapai satu tujuan, kita diberikan alternatif untuk mencapainya" ujarnya.

Perjalanan hidupnya juga yang memberi pelajaran bahwa usia bukan menjadi kendala bagi kita untuk mengejar ilmu dan berprestasi. Predikat mahasiswa tertua saat S1 bisa berbalik menjadi calon doktor termuda hanya dalam waktu kurang dari satu dekade. "jangan takut untuk bermimpi. Kejar, raih sari pati kehidupan!" itulah yang menjadi moto hidup seorang Hendra Kaprisma dan menjadi pesan darinya untuk semua orang. (Njep-rev)


Kirim Print


Comments

Oejank Indro | 01/01/1970 07:00

Carpe Diem!!!

Tokoedu.com | 01/01/1970 07:00

Bingung Cari Buku Kedokteran

Kunjung website kami di www.tokoedu.com/buku-kedokteran

Buck | 01/01/1970 07:00

Woot, I will ceralinty put this to good use!

Sardor | 01/01/1970 07:00

salam ..saya dah daftar msuk ke sm likas..msalah nya sankrag ni..saya tak tahu lagi sama adasaya di terima masuk kah atau tidak?????ni result saya .BAHASA MELAYU-BMATHS-BSCIENCE-ASEJARAH-BGEOGRAFI-CKEMAHIRAN HIDUP BERSEPADU-AAGAMA ISLAM-B

Jailen | 01/01/1970 07:00

Why do I bother calnlig up people when I can just read this! http://eofwprvs.com [url=http://mlzqpx.com]mlzqpx[/url] [link=http://ljaveeensfh.com]ljaveeensfh[/link]

Yaya | 01/01/1970 07:00

Grazie per condivedere con me qulelo che scrivete sul BLOG. Leggo tutto con molta attenzione e, non solo mi piace, ma mi aiuta ad avvicinarmi di piu' a Maria http://cdsxglka.com [url=http://tjjhgujqtoi.com]tjjhgujqtoi[/url] [link=http://zdcxrjxvda.com]zdc

Santosh | 01/01/1970 07:00

You are so awesome for helping me solve this mytyres.

Dacula | 01/01/1970 07:00

The abiitly to think like that is always a joy to behold http://pvmsbeq.com [url=http://vrkpvzcw.com]vrkpvzcw[/url] [link=http://upphnspzb.com]upphnspzb[/link]


Comment Reply

Nama
Email
Website
Comment
Captcha